Menariknya Potensi Wisata di Gunung Kidul
Bagi
anda yang belum mendapat kesempatan untuk berkunjung ke kawasan
Gunungkidul, anda dapat melihat beberapa potensi wisata di Gunung Kidul
seperti :
1. Potensi Wisata Sejarah
Gunungkidul
telah dihuni oleh manusia sejak 700 ribu tahun lalu. Saat ini dapat
ditemukan bukti-bukti arkeologis keberadaan manusia tersebut yang
ditemukan di gua-gua dan ceruk-ceruk di perbukitan karst Gunungkidul,
terutama di Kecamatan Ponjong. Dari 72 gua horizontal di ujung utara
Gunung Sewu, tepatnya di Kecamatan Ponjong yang terapit Ledok Wonosari
di Barat dan Ledok Baturetno di Timur, 14 goa di antaranya merupakan
bekas hunian manusia purba, dan dua di antaranya sudah diekskavasi yaitu
Song Bentar dan Song Blendrong. Di ceruk Song Bentar yang pernah
menjadi hunian Homo sapiens ditemukan delapan individu yang terdiri
dari: 5 dewasa, 2 anak-anak, dan 1 bayi juga ditemukan alat-alat batu
seperti batu giling, beliung persegi, dan mata panah. Sementara di Song
Blendrong ditemukan banyak tulang, peralatan batu, tanduk, dan serut
kerang yang berserakan di lantai ceruk.
Selain
itu, di Goa Seropan di Kecamatan Semanu juga ditemukan bukti keberadaan
manusia purba. Di lorong lama gua itu banyak ditemukan cetakan tulang
purba di dinding-dinding lorong. Sementara di lorong baru, yang berada
pada kedalaman 60 m, dan baru muncul setelah terjadinya banjir di sungai
bawah tanah tahun 2008, ditemukan potongan tulang kaki, gigi, dan rusuk
mamalia.
Kemudian di Kabupaten Gunungkidul terdapat beberapa peninggalan sejarah seperti :
- Tombak Kyai Marga Salurung
- Tombak Kyai Panjolo Panjul
- Songsong (Payung) Kyai Robyong
- Selain
itu terdapat Situs Megalitik Sokoliman yang merupakan situs prasejarah
berupa menhir, fragmen menhir dan kubur batu yang terletak di Bejiharjo,
Karangmojo
- Pesanggrahan Gembirowati merupakan bangunan dari abad XVI seluas 13.200 m2 diketinggian 138 mdpl yang terletak di Desa Watugajah, Girijati, Purwosari
-
Pertapaan Kembang Lampir terletak di Girisekar, Panggang, merupakan
tempat bertapa Ki Ageng Pemanahan. Saat ini pertapaan ini dibuka pada
hari Senin dan Kamis
- Petilasan Gunung Gambar adalah tempat bertapa Pangeran Samber Nyowo terletak di Jurangjero, Ngawen
2. Potensi Wisata Alam
Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi wisata alam, sebagai berikut :
- Gunung Nglanggeran, Patuk adalah gunung api purba yang tersusun dari materi vulkanik tua. Gunung ini menyajikan panorama indah
-
Telaga Suling/Bengawan Solo Purba merupakan tempat yang cocok untuk
tracking atau melakukan jelajah wisata. Kemudian terdapat Desa Songbanyu
dan Desa Pocung, Girisubo, yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Sadeng
- Lembah Karst Mulo/ Ngingrong, letaknya 5 km sebelah selatan kota Wonosari
- Air Terjun Sri Gethuk terdapat di Dusun Menggoran, Bleberan, Playen
- Hutan Wonosadi dan Gunung Gambar di Ngawen.
- Hutan Wanagama terletak di Gading, Playen
- Telaga Kemuning di Desa Kemuning, Patuk
- Luweng Sampang - Dusun Karangasem, Sampang, Gedangsari
Selain itu di Gunungkidul terdapat pula wisata goa, yaitu :
- Goa Pindul, terkenal dengan Cave Tubing di Gelaran, Bejiharjo Karangmojo
- Goa Oangobaran, terletak di kawasan Pantai Ngobaran, Saptosari gua ini menarik karena dialiri sungai bawah tanah didalamnya
- Goa Seropan, terletak di Desa Semuluh, Semanu. Goa ini memiliki panjang 888 m dengan kedalaman 60 m
- Goa Ngirong merupakan kawasan lembah karst Mulo, 5km selatan kota Wonosari
- Goa Greweng terletak di kawasan Pantai Wediombo, Girisubo
- Goa Jomblang memiliki panjang sekitar 500 meter, terletak di Jetis Wetan, Pacarejo Semanu
- Goa Si
Oyot merupakan goa vertical-horisontal dengan memiliki panjang goa
sekitar 8000 meter. Letak goa ini di Gelaran II, Bejiharjo, Karangmojo
- Goa Jlamprong terletak di Mojo, Ngeposari, Semanu. Goa ini memiliki panjang mencapai 1 km
- Goa Sriti terletak di Gelaran, Bejiharjo, Karangmojo
- Goa Kalicusi, bisa melakukan kegiatan body rafting dan Cave Tubing terletak di Pacarejo Semanu.
3.Potensi Wisata Sosial dan Budaya Masyarakat di Gunungkidul
Karakteristik
sosial budaya masyarakat Gunungkidul saat ini merupakan masyarakat
tradisional yang masih memegang teguh budaya luhur warisan nenek moyang.
Sehingga dalam melaksanakan pembangunan, pemerintah berupaya untuk
mengadopsi karakteristik sosial budaya agar dapat berimprovisasi dengan
kultur masyarakat yang ada. Saat ini terdapat berbagai organisasi
kesenian sebagai budaya yang terus dipupuk dan dilestarikan oleh
masyarakat di daerah ini, yang berjumlah 1.878 organisasi, dengan tokoh
pemangku adat berjumlah 144 orang. Sementara itu desa budaya yang
dikembangkan oleh pemerintah untuk menunjang kesejahteraan masyarakat
sebanyak 10 desa budaya, cagar budaya yang dimiliki sebanyak 5 buah
serta benda cagar budaya sejumlah 692 buah yang tersebar di wilayah
Kabupaten Gunungkidul.
Atraksi
wisata budaya yang menarik adalah adanya Rasulan / Bersih Desa. Kegiatan
ini merupakan tradisi adat yang digelar setiap tahun sekali oleh
sebagian besar desa-desa di Gunungkidul. Tradisi ini merupakan simbol
perwujudan rasa syukur kepada sang pencipta. Biasanya dilakukan kenduri
adat, sajian makanan khas serta pertunjukan kesenian seperti jathilan,
reog dan wayang kulit. Selain itu terdapat seni musik tradisional
Rinding Gumbeng di Ngawen.
Anda pun dapat mengunjungi desa wisata, yaitu :
- Dusun Bobung, Putat, Patuk yang menjadi sentra kerajinan Topeng Kayu dan kerajinan batik kayu.
- Dusun
Garotan, Bendung, Semin yang merupakan sentra kerajinan cor besi dalam
bentuk lampu antik, kursi taman. Dusun ini terletak 25 KM utara
Wonosari
- Dusun
Mojo, Ngeposari Semanu merupakan sentra pengrajin batu putih dengan
ornamen menarik dan memiliki tradisi adat Wedi Utah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar