Jumat, 14 Maret 2014

Pantai Parangkusumo di Bantul, Jogja

Salah satu objek wisata alam yang ada di jogja yang tidak kalah menariknya dengan wisata alam pantai jogja yang lain. Lokasinya di Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar 30 km di sebelah selatan kota Yogyakarta. Pantai Parangkusumo ini juga berdampingan dengan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok.

Wisatawan bisa menikmati suasana pantai selatan di Pulau Jawa dengan ombak yang besar. Di kawasan pantai ini juga terdapat sebuah petilasan yang dipercayai sebagai jejak sejarah dari Panembahan Senopati. Pada cerita masyarakat Yogyakarta ada sebuah legenda tentang pertemuan Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul. Setiap tahunnya, Kraton Yogyakarta menyelenggarakan sebuah upacara labuhan di pantai ini, dan bertepatan dengan peringatan hari kelahiran dari sultan yang berkuasa.

Bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda empat dari Yogyakarta ataupun Bantul. Pantai ini juga dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki jika Anda dari terminal Parangtritis. Karena Pantai Parangkusumo lokasinya berdampingan dengan Pantai Parangtritis, tersedia banyak akomodasi yang ada di sekitar pantai ini.

Hanya pada waktu-waktu tertentu saja para pengunjung dapat melihat sebuah upacara atau prosesi labuhan, yang biasanya diselenggarakan dan bertepatan dengan hari kelahiran sultan yang berkuasa. Selain itu Anda juga dapat berkendara keliling pantai dengan menggunakan kereta kuda, Anda dapat menikmati setiap sudut pantai dengan menggunakan kereta kuda, dari barat ke timur ataupun sebaliknya. Anda juga akan meletwati Batu Cinta dan dapat menikmati pemandangan alam berupa hempasan ombak yang besar dan desau angin yang semilir. Ongkos untuk sewa kereta kuda dan kusir tidak terlalu mahal, yaitu sekitar Rp 20.000 untuk satu kali keliling.
Pantai Parangkusumo
Pantai Parangkusumo
Pantai Parangkusumo
Pantai Parangkusumo
Pantai Parangkusumo
Pantai Parangkusumo
Pantai Parangkusumo
Pantai Parangkusumo
Foto oleh : pantai.org

Pantai Samas di Jogja / Yogyakarta

Pantai Samas berada di Desa Srigading, sekitar 24 km dari arah selatan Yogyakarta. Pantai Samas sudah terkenal dengan ombaknya yang besar, sungai dan danau air tawar yang terbentuk menjadi telaga. Telaga-telaga itu digunakan untuk pengembangan ikan, penyu dan udang galah dan juga sebagai lokasi pemancingan oleh Dinas Perikanan Propinsi DIY.

Di kawasan Pantai Samas ini sering diselenggarakan ritual keagamaan oleh masyarakat Yogyakarta seperti Upacara Kirab Tumuruning Maheso Suro dan juga Labuhan Sedekah Laut. Pantai Samas ini berbatasan dengan Pantai Patehan di sebelah barat dan Pantai Parangtritis di sebelah timur. Selain terkenal dengan ombaknya yang besar, Pantai Samas juga terkenal memiliki angin laut yang kencang serta bibir pantai yang curam dan pantainya yang mempunyai pasir putih.

Pantai Samas Jogja / Yogyakarta
Pantai Samas Jogja / Yogyakarta
Foto Oleh : Wikipedia

Keindahan Pantai Baron di Jogja / Yogyakarta

Pantai Baron ini berada sekitar 40 km dari Yogyakarta  dan memiliki pesona alam yang indah dan cantik. Lembah dan sungai air tawarnya menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan yang datang berkunjung.
 
Pantai Baron Ini adalah keindahan tersembunyi yang terletak di Gunung Kidul. Pantai ini menebar pesona alam yang indah melalui lembah yang berada di sebelah kanan dan kiri bibir pantai. Di sebelah kanan, Anda dapat melihat sungai air tawar yang langsung bermuara ke Samudera Indonesia. Pasir dari pantainya yang menghampar, dapat membuat siapa saja betah untuk berlama-lama berada di sini.

Pesona Pantai Baron di Gunung Kidul  Jogja
Foto Oleh : travel.detik.com

Jalan untuk menuju Objek wisata Pantai Baron di Jogja ini tidak sulit untuk dijangkau. Bisa dibilang, jalan menuju ke kawasan Pantai Baron ini sangat baik. Jalannya yang sangat mulus akan membuat anda merasa sulit untuk mencari lubang yang ada di jalan. Jadi, akses jalan menuju pantai di kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta ini tidak perlu di khawatirkan.

Tidak terlalu jauh dari Pantai Baron, juga terdapat beberapa pantai yang tidak kalah indahnya, yaitu Pantai Kukup, Pantai Krakal, Pantai Sundak, serta Pantai Sepanjang. Ternyata, di Gunung Kidul menyimpan banyak  sekali pantai yang cantik dan menjadi pesona tersembunyi yang ada di Gunung Kidul.

Wisata Istana Air Taman Sari di Yogyakarta

Wisata Istana Air Taman Sari di Yogyakarta Merupakan sebuah kompleks istana yang terdiri dari beberapa macam bangunan (tidak semua bangunan berada dalam air) lokasinya juga masih di dalam kawasan lingkungan Keraton Ngayogyakarta. Dan didalam bahasa Inggris dikenal dengan nama "Perfume Garden" atau "Fragrant Garden", karena banyak sekali bunga yang memiliki bau harum ditanam pada lingkungan taman ini.

Taman Sari - Yogyakarta tidak hanya sebuah Taman yang menjadi tempat rekreasi keluarga kerajaan pada jaman itu, namun juga memiliki berbagai macam fungsi diantaranya juga digunakan sebagai Camouflage area terhadap para musuh-musuhnya, dan juga menjadi suatu sistem benteng pertahanan, selain itu juga digunakan sebagai tempat untuk meditasi bagi para Raja, tempat untuk membuat batik yang dilakukan oleh para selir-selir Raja serta putri-putri Raja, tempat untuk berlatih kemiliteran para tentara kerajaan dan masih banyak lagi.

Taman Sari - Yogyakarta pertama kali didirikan pada tahun 1758 dan ide awalnya adalah dari Pangeran Mangkubumi (kemudian bergelar Hamengku Buwono I) dan juga Raden Ronggo Prawirosentiko (Bupati Madiun) sebagai arsiteknya, dan Demang Tegis (asli orang Portugis yang mendapatkan gelar dari kerajaan) sebagai tenaga ahli strukturnya.
Wisata Istana Air Taman Sari di Yogyakarta
Wisata Istana Air Taman Sari di Yogyakarta
Terdapat beberapa elemen yang memengaruhi arsitektur dari bangunan kompleks Taman Sari ini, diantaranya adalah pengaruh dari Hindu dan Budha, Jawa dan Islam, Cina, Portugis dan gaya Eropa, dapat dilihat dari beberapa bagian bangunan ini.
Gerbang Taman Sari Yogyakarta
Gerbang Taman Sari Yogyakarta
Foto oleh : yogyes.com
Taman Sari - Yogyakarta memiliki dua buah pintu gerbang utama, yaitu sebuah Gapuro Agung (yang terdapat dibagian Barat) dan Gapuro Panggung (yang terdapat pada bagian Timur, yang saat ini digunakan sebagai pintu masuk utama menuju lokasi kompleks Taman Sari).
Gerbang Taman Sari Yogyakarta
Gerbang Taman Sari Yogyakarta
Foto oleh : yogyes.com
Bentuk dari pintu gerbang atau 'Gapuro'nya memang sangatlah indah dan merupakan gaya asli dari Jawa, pada detail dari Gapuro ini adalah motif asli Jawa seperti stilasi dari sulur-sulur tanaman, burung, ekor dan sayap burung garuda. Sumber > id.wikipedia.org

Alamat Lokasi Istana Air Taman Sari

Jl. Taman, Kraton, Yogyakarta 55133, Indonesia

Harga Tiket Masuk Istana Air Taman Sari

Jam Buka : Senin - Minggu, pukul 09.00 - 15.30 WIB
Wisatawan Domestik : Rp 3.000
Wisatawan Mancanegara : Rp 7.000
Tour Guide / Pemandu : nego (Rp 10.000 - Rp 20.000)

Keterangan :
harga tiket didapatkan pada perjalanan bulan Januari 2012. Untuk tarif pemandu adalah bervariasi, dan tergantung kesepakatan bersama. Sumber > yogyes.com

Objek Wisata Pantai di Jogja - Pantai Parangtritis

Beralih dari objek wisata bersejarah yang ada di Yogyakarta sekarang kita menuju wisata pantai jogja yang sudah cukup terkenal yaitu Pantai Parangtritis. Selain sebagai nama dari pantai wisata, Parangtritis juga merupakan nama dari sebuah Desa yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, Pulau Jawa, Indonesia yang terdapat di kec. Kretek, kab. Bantul.
Desa Parangtritis terletak sekitar 26 km sebelah selatan dari kota Yogyakarta, disini terdapat pantai yang berada di tepi Samudra Hindia. Pantai Parangtritis memiliki keunikan pemandangan yang tidak dimiliki oleh objek wisata yang lainnya, selain ombak yang sangat besar di kawasan ini juga ada gunung-gunung pasir yang berada di sekitar pantai, dan biasa disebut gumuk. Objek wisata Pantai Parangtritis ini sudah dikelola pihak Pemkab Bantul dengan cukup baik, fasilitas yang ada seperti penginapan dan pasar yang menjual souvenir khas Parangtritis.

Pantai Parangtritis
Pantai Parangtritis
Foto Oleh : Wikipedia

Di kawasan Objek wisata Pantai Parangtritis juga ada ATV, kereta kuda dan kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat untuk berjalan-jalan melihat pemandangan pantai. Tidak hanya itu, Parangtritis juga merupakan sebuah tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.

Pantai Parangtritis berkaitan dengan legenda Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul. Banyak orang Jawa yang percaya kalau Pantai Parangtritis merupakan sebuah gerbang kerajaan gaib Ratu Kidul yang menguasai laut selatan. Waktu matahari sudah mengarah ke barat dan cuaca sangat cerah, adalah saatnya untuk bersenang-senang.

Disini pengunjung dilarang berenang, akan tetapi di objek wisata Pantai Parangtritis tidak kekurangan sarana untuk liburan dan bersenang-senang. Persewaan ATV (All-terrain Vechile) yang berada di pinggir pantai, tarifnya sekitar Rp. 50.000 - 100.000 setiap setengah jam. Motor yang cocok untuk segala medan dan beroda 4 ini dapat membawa Anda untuk melintasi gundukan pasir pantai.

Wisata ke Keraton Yogyakarta Hadiningrat

Wisata ke Keraton Yogyakarta Hadiningrat - yoshiewafa - Salah satu objek wisata andalan DIY / jogja  Selain Obyek wisata Pantainya yang indah yaitu Wisata Sejarah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan masih banyak lagi tentunya yang dapat di kunjungi ketika berwisata ke Jogja. Keraton Yogyakarta adalah sebuah istana resmi dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang sekarang lokasinya di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Pulau Jawa, Indonesia.

Walaupun kesultanan Yogyakarta secara resmi sudah menjadi bagian dari Republik Indonesia pada tahun 1950, bangunan keraton ini masih berfungsi menjadi tempat tinggal dari sultan dan rumah tangga istananya yang sampai sekarang masih menjalankan tradisi kesultanan.

Keraton Yogyakarta kini juga menjadi salah satu tempat wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian dari kompleks keraton adalah museum yang menyimpan berbagai macam koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai jenis pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan juga gamelan. Dari segi arsitektur bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh istana Jawa yang terbaik, mempunyai balairung-balairung mewah dan lapangan beserta paviliun yang luas.
Keraton Yogyakarta Hadiningrat
Koridor di Kedhaton dengan latar belakang Gedhong Jene dan Gedhong Purworetno
Keraton Yogyakarta Hadiningrat
Tanah lapang, "Alun-alun Lor", di bagian utara kraton Yogyakarta dengan pohon Ringin Kurung-nya
Keraton Yogyakarta Hadiningrat
Gedhong Kaca, Museum Hamengku Buwono IX Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Untuk Informasi Selengkapnya dapat Anda baca di Sumber : id.wikipedia.org

Wisata Pegunungan Ketep Pass Magelang

Ketep Pass MagelangBanyak wisatawan yang mengira bahwa Kaliurang adalah satu-satunya wisata alam pegunungan di sekitar Yogyakarta. Padahal, ada wisata alam pegunungan lain yang walaupun bukan di Yogyakarta, letaknya cukup dekat dan sangat menarik untuk dikunjungi. Ketep Pass namanya. Obyek wisata ini terletak di daerah Sawangan, yang masuk dalam wilayah Magelang. Dari Mungkid, perjalanan yang harus ditempuh untuk sampai ke obyek wisata ini sekitar 21 kilometer. Sedangkan dari Yogyakarta, perjalanan menuju obyek wisata ini biasanya memakan waktu sekitar 1,5 jam. Obyek wisata ini terletak pada ketinggian 1200 mdpl, dan menempati area seluas sekitar 8000 meter persegi. Karena letaknya di dataran tinggi, udara di Ketep Pass Magelang sangat sejuk. Dan tentunya, pemandangan di sekitar sangat indah, dan inilah yang menjadi daya tarik utama obyek wisata ini.

Di Ketep Pass Magelang, para wisatawan dapat menikmati indahnya pemandangan alam pegunungan dan udara khas pegunungan yang sejuk. Disana, ada 2 buah teropong yang bisa mereka gunakan untuk melihat pemandangan dengan lebih jelas. Untuk menggunakan teropong, para pengunjung harus membayar biaya sebesar Rp. 3000,- per orang. Dari puncak tertinggi Ketep Pass, yang diberi nama Pelataran Panca Arga, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan 3 gunung besar lainnya dapat terlihat dengan jelas keindahannya. Selain itu, terlihat juga beberapa gunung yang lebih kecil, perbukitan, dan hamparan lahan pertanian yang digunakan untuk menanam berbagai macam tanaman.
Selain sebagai obyek wisata yang menawarkan keindahan pemandangan alam pegunungan, Ketep Pass Magelang juga menawarkan sarana edukasi. Di obyek wisata ini, terdapat Volcano Centre (museum vulkanologi) and Volcano Theatre (bioskop mini). Di museum vulkanologi, terdapat miniatur Gunung Merapi, foto-foto, poster, dan komputer interaktif. Sedangkan di bioskop mini, para pengunjung dapat menyaksikan film yang berisi tentang sejarang Gunung Merapi, mulai dari proses terbentuknya, sampai dengan letusannya yang dahsyat. Durasi film yang ditayangkan di biskop mini dengan kapasitas 78 kursi ini tidak terlalu panjang, hanya sekitar 25 menit saja. Biaya untuk masuk ke museum sudah termasuk dalam biaya yang dibayarkan untuk masuk ke area Ketep Pass. Sedangkan untuk masuk ke Volcano Theatre, para pengunjung harus membayar sebesar Rp. 7.000,- per orang.
Peta lokasi Ketep Pass Magelang:

View Wisata Ke Ketep Pass, Magelang – Jawa tengah in a larger map

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta
Mengunjungi sebuah museum adalah cara yang baik untuk mengisi liburan. Saat kita mengunjungi sebuah museum, kita dapat bersantai sambil mempelajari banyak hal, yang biasanya berhubungan dengan sejarah. Di Yogyakarta, salah satu museum yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan saat liburan adalah Museum Benteng Vredeburg. Sesuai dengan namanya, museum ini sebenarnya adalah sebuah benteng. Sebagai obyek wisata, benteng ini letaknya sangat strategis karena berada di kawasan Jalan Malioboro, yang merupakan kawasan wisata paling terkenal di Yogyakarta. Jadi, selain berbelanja dan menikmati lezatnya makanan di warung lesehan Malioboro, para wisatawan juga dapat mengunjungi benteng ini untuk melihat-lihat hal-hal yang menarik dan bersejarah.

Benteng Vredeburg yang sekarang berubah menjadi sebuah museum ini dulunya didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1765. Seperti benteng-benteng lain pada umumnya, dulu benteng ini didirikan untuk menahan serangan musuh, yang pada waktu itu adalah pasukan dari Kraton Yogyakarta. Benteng yang luasnya sekitar 2100 meter ini berbentuk segi empat, dengan empat menara pengawas. Menurut sejarah, benteng ini dulunya bernama Benteng Rustenburg. Tapi, nama ini kemudian diganti menjadi Benteng Vredeburg yang berarti Benteng Perdamaian, dengan izin dari Sultan Hamengku Buwono I. Benteng ini sudah dipugar, tapi dengan tetap menjaga bentuk aslinya. Sedangkan bangunan-bangunan di bagian dalam bentuk aslinya sudah sedikit diubah, untuk mendukung fungsi barunya sebagai museum.
Para pengunjung yang masuk ke Museum Benteng Vredeburg dapat melihat-lihat banyak diorama yang melukiskan perjuangan untuk mencapai kemerdekaan, sampai dengan masa pemerintahan orde baru. Selain itu, di museum ini tersimpan juga banyak benda-benda bersejarah, lukisan, dan foto-foto tentang perjuangan bangsa Indonesia sebelum dan juga sesudah menjadi bangsa yang merdeka. Selain memamerkan koleksi yang bersejarah, museum ini memiliki perpustakaan dengan koleksi buku yang banyak, ruang pertunjukan, ruang pertemuan, dan ruang tamu. Untuk menambah kenyamanan para pengunjung, tersedia juga kamar mandi, mushola, dan akses internet via hotspot gratis. Tiket masuk ke obyek wisata ini sangat murah. Tiket untuk dewasa sebesar Rp 750.00,- dan tiket untuk anak-anak sebesar Rp. 250.00,- saja. Museum ini buka setiap hari Selasa sampai dengan hari Sabtu mulai dari pagi hingga sore hari. Pada hari Senin dan hari-hari libur nasional museum ini tutup.
Museum Benteng Vredeburg sering dijadikan tempat untuk mengadakan pameran, pertunjukan, atau festival. Selain itu, kegiatan-kegiatan seperti pelatihan, diskusi, dialog, dan pertemuan juga sering diadakan disana.
Alamat: Jalan Ahmad Yani No.6
Telepon:(0274) 586934
Peta lokasi Museum Benteng Vredeburg:

View Larger Map

Goa Pindul Yogyakarta

Goa Pindul Yogyakarta

Goa Pindul adalah salah satu tempat wisata di Jogja. Gua Pindul ini Terletak di Bejiharjo, Karangmojo, jauh dari hiruk pikuk kota. Lokasi goa pindul dapat ditempuh sekitar 2 jam dengan menggunakan sepeda motor dari malioboro. Wisata yang menggabungkan antara rekreasi dan tantangan, gua ini menawarkan sensasi yang berbeda.
Jika Anda penggemar petualangan, 45 menit perjalanan ke dalam gua merupakan wisata yang sempurna untuk Anda. Menyusuri Sungai puluhan meter di bawah permukaan akan membawa kita kepada pengalaman yang tak terlupakan. Ada 2 alternatif wisata di goa pindul yaitu cave tubing atau river tubing (rafting). Untuk menyusuri gua hanya membutuhkan biaya 30.000 atau 45.000 untuk arung jeram sudah termasuk life jacket dan ban. Cukup murah untuk petualangan yang tak terlupakan. Kita juga bisa melakukan kedua duanya setelah cave tubing dilanjutkan river tubing di sungai Oyo.
Cave tubing memakan waktu sekitar 45 menit, dan pemandu lokal selalu menemani kita dan menjelaskan segala sesuatu tentang gua. Jika Anda bosan dengan memakai ban, kita dapat memberitahu pemandu (guide) untuk berenang bersama mereka.
Sejumlah kelompok akan dipandu secara profesional oleh masyarakat setempat yang menjadi local guide yang sudah terlatih untuk melakukan cave tubing (menggunakan ban) melalui sungai 300 meter. Tidak diperlukan persiapan khusus untuk berpetualang di goa Pindul, tapi pastikan Anda perlu membawa handuk, peralatan mandi, cadangan pakaian dan celana. Tersedia juga beberapa fasilitas seperti kamar mandi, dan juga warung makan jika kita sudah capek melukan petualangan di gua pindul.
PANTAI DEPOK
Depok Depok

 

Alamat: Depok, Bantul, Yogyakarta, Indonesia

Koordinat GPS: S8°0'49.4" E110°17'34.1" (lihat peta)
Pantai Depok menyajikan hidangan ikan segar dan sejumlah hasil tangkapan laut lainnya dalam nuansa khas restaurant pesisir. Tak jauh dari pantai ini, anda bisa menikmati panorama gumuk pasir satu-satunya di kawasan Asia Tenggara.

Pantai Depok, Menikmati Hidangan Ikan Laut Segar

Di antara pantai-pantai lain di wilayah Bantul, Pantai Depok-lah yang tampak paling dirancang menjadi pusat wisata kuliner menikmati sea food. Di pantai ini, tersedia sejumlah warung makan tradisional yang menjajakan sea food, berderet tak jauh dari bibir pantai. Beberapa warung makan bahkan sengaja dirancang menghadap ke selatan, jadi sambil menikmati hidangan laut, anda bisa melihat pemandangan laut lepas dengan ombaknya yang besar.
Nuansa khas warung makan pesisir dan aktivitas nelayan Pantai Depok telah berkembang sejak 10 tahun lalu. Menurut cerita, sekitar tahun 1997, beberapa nelayan yang berasal dari Cilacap menemukan tempat pendaratan yang memadai di Pantai Depok. Para nelayan itu membawa hasil tangkapan yang cukup banyak sehingga menggugah warga Pantai Depok yang umumnya berprofesi sebagai petani lahan pasir untuk ikut menangkap ikan.

Sejumlah warga pantai pun mulai menjadi "tekong", istilah lokal untuk menyebut pencari ikan. Para tekong melaut dengan bermodal perahu bermotor yang dilengkapi cadik. Kegiatan menangkap ikan dilakukan hampir sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari tertentu yang dianggap keramat, yaitu Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Di luar musim paceklik ikan yang berlangsung antara bulan Juni - September, jumlah hasil tangkapan cukup lumayan.

Karena jumlah tangkapan yang cukup besar, maka warga setempat pun membuka Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang kemudian dilengkapi dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) bernama Mina Bahari 45. Tempat pelelangan ikan di pantai ini bahkan menerima setoran ikan yang ditangkap oleh nelayan di pantai-pantai lain. Saat YogYES berkunjung, tempat pelelangan ini tengah ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

Seiring makin banyaknya pengunjung pantai yang berjarak 1,5 kilometer dari Parangtritis ini, maka dibukalah warung makan-warung makan sea food. Umumnya, warung makan yang berdiri di pantai ini menawarkan nuansa tradisional. Bangunan warung makan tampak sederhana dengan atap limasan, sementara tempat duduk dirancang lesehan menggunakan tikar dan meja-meja kecil. Meski sederhana, warung makan tampak bersih dan nyaman.

Beragam hidangan sea food bisa dicicipi. Hidangan ikan yang paling populer dan murah adalah ikan cakalang, seharga Rp 8.000,00 per kilogram, setara dengan 5 - 6 ekor ikan. Jenis ikan lain yang bisa dinikmati adalah kakap putih dan kakap merah dengan kisaran harga Rp 17.000,00 - Rp 25.000,00 per kilogram. Jenis ikan yang harganya cukup mahal adalah bawal, seharga Rp 27.000,00 - Rp 60.000 per kilogram. Selain ikan, ada juga kepiting, udang dan cumi-cumi.

Hidangan sea food biasanya dimasak dengan dibakar atau digoreng. Jika ingin memesannya, anda bisa menuju tempat pelelangan ikan untuk memesan ikan atau tangkapan laut yang lain. Setelah itu, anda biasanya akan diantar menuju salah satu warung makan yang ada di pantai itu oleh salah seorang warga. Tak perlu khawatir akan harga mahal, setengah kilo ikan cakalang plus minuman seperti yang YogYES cicipi, hanya dijual Rp 22.000,00 termasuk jasa memasak.

Puas menikmati hidangan sea food, anda bisa keluar pantai dan berbelok ke kanan menuju arah Parangkusumo dan Parangtritis. Di sana, anda akan menjumpai pemandangan alam yang langka dan menakjubkan, yaitu gumuk pasir. Gumuk pasir yang ada di pantai ini adalah satu-satunya di kawasan Asia Tenggara dan merupakan suatu fenomena yang jarang dijumpai di wilayah tropis. Di sini, anda bisa menikmati hamparan pasir luas, bagai di sebuah gurun.

Gumuk pasir yang terdapat di dekat Pantai Depok terbentuk selama ribuan tahun lewat proses yang cukup unik. Dahulu, ada beragam tipe yang terbentuk, yaitu barchan dune, comb dune, parabolic dune dan longitudinal dune. Saat ini hanya beberapa saja yang tedapat, yaitu barchan dan longitudinal. Angin laut dan bukit terjal di sebelah timur menerbangkan pasir hasil aktivitas Merapi yang terendap di dekat sungai menuju daratan, membentuk bukit pasir atau gumuk.

Untuk menikmati hidangan laut sekaligus pemandangan gumuk pasir ini, anda bisa melalui rute yang sama dengan Parangtritis dari Yogyakarta. Setelah sampai di dekat pos retribusi Parangtritis, anda bisa berbelok ke kanan menuju Pantai Depok. Biaya masuk menuju Pantai Depok hanya Rp 4.000,00 untuk dua orang dan satu motor. Bila membawa mobil, anda dikenai biaya Rp 5.000,00 plus biaya perorangan.
Naskah: Yunanto Wiji Utomo
Photo & Artistik: Agung Sulistiono Mabruron
Copyright © 2007 YogYES.COM
PANTAI INDRAYANTI
Indrayanti Indrayanti Indrayanti

 Lihat foto lainnya (9 foto)

Alamat: Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia

Koordinat GPS: S8°9'1.22" E110°36'44.1" (lihat peta)
Selain menawarkan pesona pantai berpasir putih dengan air laut yang jernih, Indrayanti juga menawarkan sensasi dinner romantis bertabur bintang di restauran yang terletak di tepi pantai.

PANTAI INDRAYANTI
Pantai Bersih dengan Restoran Cafe

Matahari belum tinggi saat Kami tiba di Pantai Indrayanti. Dua ekor siput laut bergerak pelan di sebuah ceruk karang, tak peduli dengan ombak yang menghempas. Segerombol remaja asyik bercengkerama sambil sesekali bergaya untuk diambil gambarnya. Di sebelah barat nampak 3 orang sedang berlarian mengejar ombak, sebagian lainnya bersantai di tengah gazebo sembari menikmati segarnya kelapa muda yang dihidangkan langsung bersama buahnya. Beberapa penginapan yang dikonsep back to nature berdiri dengan gagah di bawah bukit, sedangkan rumah panggung dan gubug yang menyerupai honai (rumah adat Papua) berdiri di dekat pantai. Jet ski kuning teronggok di sudut restoran.
Terletak di sebelah timur Pantai Sundak, pantai yang dibatasi bukit karang ini merupakan salah satu pantai yang menyajikan pemandangan berbeda dibandingkan pantai-pantai lain yang ada di Gunungkidul. Tidak hanya berhiaskan pasir putih, bukit karang, dan air biru jernih yang seolah memanggil-manggil wisatawan untuk menceburkan diri ke dalamnya, Pantai Indrayanti juga dilengkapi restoran dan cafe serta deretan penginapan yang akan memanjakan wisatawan. Beragam menu mulai dari hidangan laut hingga nasi goreng bisa di pesan di restoran yang menghadap ke pantai ini. Pada malam hari, gazebo-gazebo yang ada di bibir pantai akan terlihat cantik karena diterangi kerlip sinar lampu. Menikmati makan malam di cafe ini ditemani desau angin dan alunan debur ombak akan menjadi pengalaman romantis yang tak terlupa.
Penyebutan nama Pantai Indrayanti sebelumnya menuai banyak kontraversi. Indrayanti bukanlah nama pantai, melainkan nama pemilik cafe dan restoran. Berhubung nama Indrayanti yang terpampang di papan nama cafe dan restoran pantai, akhirnya masyarakat menyebut pantai ini dengan nama Pantai Indrayanti. Sedangkan pemerintah menamai pantai ini dengan nama Pantai Pulang Syawal. Namun nama Indrayanti jauh lebih populer dan lebih sering disebut daripada Pulang Syawal. Keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan Pantai Indrayanti rupanya turut membawa dampak positif. Berbeda dengan pantai-pantai lain yang agak kotor, sepanjang garis pantai Indrayanti terlihat bersih dan bebas dari sampah. Hal ini dikarenakan pengelola tak segan-segan menjatuhkan denda sebesar Rp. 10.000 untuk tiap sampah yang dibuang oleh wisatawan secara sembarangan. Karena itu Indrayanti menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.
Usai menikmati sepiring nasi goreng dan es kelapa muda di gazebo, Kami beranjak menuju bukit di sisi timur. Berhubung tidak ada jalan, menerobos semak dan perdu sembari memanjat karang pun menjadi pilihan. Sesampainya di atas bukit pemandangan laut yang bebatasan dengan Samudra Hindia terhampar. Beberapa burung terbang sambil membawa ilalang untuk membangun sarang. Suara debur ombak dan desau angin berpadu menciptakan orkestra yang indah dan menenangkan. YogYES pun melayangkan pandangan ke arah barat. Beberapa pantai yang dipisahkan oleh bukit-bukit terlihat berjajar, gazebo dan rumah panggung terlihat kecil, sedangkan orang-orang laksana liliput. Saat senja menjelang, tempat ini akan menjadi spot yang bagus untuk menyaksikan mentari yang kembali ke peraduannya. Sayang YogYES harus bergegas pulang. Meski tidak sempat menyaksikan senja yang indah, pesona Pantai Indrayanti telah terpatri di hati.

Prambanan, Candi Hindu Tercantik di Dunia

 Prambanan

Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.
Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.
Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.
Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.
Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma.
Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti 'terbit' atau 'bersinar', biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).
Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.
Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.
Sama seperti sosok Garuda, Kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan. Di Indonesia, Kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Bahkan, beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk pelestarian lingkungan dengan melihat relief Kalpataru di candi ini. Pohon kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka kesenian wayang. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah mendunia.
Kalau cermat, anda juga bisa melihat berbagai relief burung, kali ini burung yang nyata. Relief-relief burung di Candi Prambanan begitu natural sehingga para biolog bahkan dapat mengidentifikasinya sampai tingkat genus. Salah satunya relief Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) yang mengundang pertanyaan. Sebabnya, burung itu sebenarnya hanya terdapat di Pulau Masakambing, sebuah pulau di tengah Laut Jawa. Lalu, apakah jenis itu dulu pernah banyak terdapat di Yogyakarta? Jawabannya silakan cari tahu sendiri. Sebab, hingga kini belum ada satu orang pun yang bisa memecahkan misteri itu.
Nah, masih banyak lagi yang bisa digali di Prambanan. Anda tak boleh jemu tentunya. Kalau pun akhirnya lelah, anda bisa beristirahat di taman sekitar candi. Tertarik? Datanglah segera. Sejak tanggal 18 September 2006, anda sudah bisa memasuki zona 1 Candi Prambanan meski belum bisa masuk ke dalam candi. Beberapa kerusakan akibat gempa 27 Mei 2006 lalu kini sedang diperbaiki.
Naskah: Yunanto Wiji Utomo